Minggu, 13 September 2009

tugas tmmb , aprilia (51408071)

Pak Samin adalah seorang penyapu jalan yang taat akan agamanya dan rajin serta ramah, hal itu terlihat pada senyum dan tawa yang selalu menghiasi wajahnya yang tampak kecoklatan karena terjemur matahari. Seorang pria kurus dengan tinggi sesekitar 165 cm ,dengan wajah dan tubuh kecoklatan dikenal orang-orang sekitarnya dengan nama Pak Samin. Tak terasa sudah 10 tahun ia bekerja sebagai penyapu jalan, sejak pertama kali temannya memperkenalkan ia pada salah seorang pegawai pemerintah kota , yang memberinya pekerjaan sebagai penyapu jalan. Sepanjang jalan tunjungan dari Monumen Kapal Selam sampai area air mancur di tengah perempatan depan Gedung Pemuda, dari pukul 14.00 sampai pukul 22.00, para pengendara yang lewat pasti akan menemukan seorang penyapu jalan , yaitu Pak Samin. Siang yang terik , jalan yang ramai akan hiruk pikuk kendaraan, serta sampah dan dedaunan pohon yang gugur di tepi jalan memenuhi jalan tunjungan yang harus disapu Pak Samin. Hal ini tak membuatnya takut atau bermalas-malasan bekerja, karena bersih-bersih adalah hal yang paling disukainya. . Keteguhan dan kerendahan hati membuatnya terus hidup dan bekerja berlainan kota dengan keluarganya. Walau kadang terasa rindu bertemu keluarga , anak dan istrinya, Tetapi Pak Samin sabar menunggu tiga bulan sekali untuk pulang ke kampung halamannya. “Asal keluarga senang, saya juga senang.”, begitu katanya.
Pak Samin adalah seorang yang taat beragama. Ia adalah seorang muslim, bulan September ini adalah bulan yang penuh berkah dan bulan yang membahagikan bagi seluruh umat beragama muslim, begitu juga dengan Pak Samin. Selama bulan puasa ini , Pak Samin juga ikut berpuasa walau pekerjaan kadang membuatnya lelah. Menahan nafsu makan adalah hal yang mudah baginya, tetapi beberapa hari ini siang terasa sangat panas dan menyengat , hal ini membuatnya tidak kuat untuk menahan minum. Tetapi selama ia kuat kuat menjalani puasanya , maka ia akan akan menjalaninya sampai nanti wakunya berbuka. Pak Samin memasrahkan hidupnya pada Tuhan, ia tak pernah menyalahkan atau berpikir , kenapa ia hanya menjadi orang kecil, hal ini malah membuatnya semakin bersemangat dan giat bekerja. Demi memenuhi seluruh kebutuhan keluarganya. Dengan gaji Rp900.000 sebulan, ia sudah merasa cukup , walau sebenarnya kurang. Ia tak mendapatkan THR di bulan Lebaran ini, hal itu tak membuatnya malas, ia tetap melaksanakan tugasnya dengan sepenuh hati.
Seperti halnya umat beragama Islam yang lain, Pak Samin juga sudah tak sabar menunggu datangnya Lebaran ,dimana tanggal 20 September nanti ia dapat bertemu dan berkumpul bersama keluarga, anak dan istri yang dicintainya, di kampung halamannya di Jawa Tengah. Lebaran kali ini ia memohon berkat pada Tuhan Yang Maha Esa agar memberinya banyak rejeki, kesehatan , kebahagiaan pada keluarganya.


KISAH SEORANG PENYAPU JALAN

Tidak ada komentar:

Posting Komentar