Memancing ‘Lumut’ di Sungai Kalimas
(SIBUK: Pak Yanto sedang asik memancing di pinggir Kalimas)

(NGGANDOL: Pak Yanto dibelakang minuman yang dijualnya)
(NARSIS: Eric sedang berpose Pak Yanto)
SURABAYA(9/09)- Siang hari di Kalimas tampak berbeda. Saat yang lain melintas di padatnya jalan Yos Sudarso, lebih dari 20 orang duduk santai memancing di pinggiran kali tersebut. Yang menarik, mayoritas pemancing tersebut tidak menggunakan umpan cacing tanah seperti kebanyakan pemancing pada umumnya, Tapi mereka memancing menggunakan lumut. Lumut tersebut digunakan untuk menarik perhatian salah satu jenis ikan yang diincar oleh para pemancing, yakni ikan Nila.
Yanto (56 Tahun) termasuk salah satu pemburu ikan yang menggunakan lumut sebagai umpan. Ia berprofesi sebagai penjaja minuman di Jalan Yos Sudarso. Setiap harinya, pukul dua siang ia memancing di Kalimas untuk mencari ikan Nila yang nantinya akan menjadi santapan keluarganya. Dalam sehari, kalau sedang beruntung, Yanto bisa mendapatkan 5-6 ekor ikan Nila. Ia memancing menggunakan umpan lumut yang dibelinya seharga dua ribu rupiah untuk satu genggam umpan ikan Nila yang dapat digunakan selama satu minggu.
Yanto mengaku pernah mencoba memancing menggunakan cacing, tapi tidak ada ikan yang tertangkap. Maka dari itu, setelah mendapatkan saran dari temannya untuk mengganti umpan cacing dengan lumut, ia baru berhasil menangkap ikan. Setelah memancing sampai pukul empat sore, ia membawa hasil tangkapannya ke rumahnya yang terletak di belakang Klinik Pusura dan mulai menjajakan minuman di depan Klinik Pusura. Kerumunan pemancing di pinggir Kalimas biasa mengakhiri perburuan mereka pada jam 5 sore, tutur Pak Yanto.
Yanto (56 Tahun) termasuk salah satu pemburu ikan yang menggunakan lumut sebagai umpan. Ia berprofesi sebagai penjaja minuman di Jalan Yos Sudarso. Setiap harinya, pukul dua siang ia memancing di Kalimas untuk mencari ikan Nila yang nantinya akan menjadi santapan keluarganya. Dalam sehari, kalau sedang beruntung, Yanto bisa mendapatkan 5-6 ekor ikan Nila. Ia memancing menggunakan umpan lumut yang dibelinya seharga dua ribu rupiah untuk satu genggam umpan ikan Nila yang dapat digunakan selama satu minggu.
Yanto mengaku pernah mencoba memancing menggunakan cacing, tapi tidak ada ikan yang tertangkap. Maka dari itu, setelah mendapatkan saran dari temannya untuk mengganti umpan cacing dengan lumut, ia baru berhasil menangkap ikan. Setelah memancing sampai pukul empat sore, ia membawa hasil tangkapannya ke rumahnya yang terletak di belakang Klinik Pusura dan mulai menjajakan minuman di depan Klinik Pusura. Kerumunan pemancing di pinggir Kalimas biasa mengakhiri perburuan mereka pada jam 5 sore, tutur Pak Yanto.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar