foto dengan sang suami
proses wawancara dengan Ibu Arofah
SURABAYA- Balai pemuda merupakan salah satu tempat bersejarah yang berada di Surabaya. Pada hari Rabu 9 September 2009 di Balai Pemuda terdapat bazaar Ramadhan yang menjual berbagai macam pakaian, makanan, buku-buku bekas, dan pameran lukisan. Terdapat satu Ibu yang bernama Arofah yang berjualan bakso bersama sang suami di sana. Wanita kelahiran Surabaya, 15 Maret 1973 in tidak hanya berjualan bakso saat ada acara di Balai Pemuda, tetapi ia setiap hari berjualan di sana dan sudah berjalan selama 8 bulan, sebelumnya pada tahun 1990-an ia berjualan nasi bebek dan gado-gado di Embong kembar, Surabaya, yang kemudian di gusur dan mengakibatkan Arofah dan suami menganggur kurang lebih 8 bulan dan hanya mengandalkan orang tuanya untuk mencukupi kehidupannya sehari-hari. Dan pada tahun 1991 Arofah mencoba berjualan bakso bersama suaminya, Bakri(42), yang di awali dengan berjualan keliling. Di samping berjualan bakso, Arofah adalah seorang Ibu rumah tangga yang mempunyai satu anak bernama Vina Fatmahwati yang saat ini merupakan mahasisiwi Universitas Politeknik Indonesia, Surabaya.
Dan pada tahun 2008 akhir, Arofah mulai berjualan di Balai Pemuda, yang awalnya di usir untuk tidak berjualan d sekitar Balai pemuda. Karena ketekatan, dan kepercayaan yang ia miliki, akhirnya ia diijinkan untuk berjualan di sekitar Balai Pemuda dan mendapatkan banyak pelanggan, terutama anak kalangan muda yang suka makan bakso. Satu porsi bakso berharga 5000 rupiah. Selain menjual bakso, Arofah juga menjual es degan, yang dijual per gelas dengan harga 3.000 rupiah. Dengan menjual bakso dan es degan yang bemodal grobak dan tenaga, Arofah sudah bisa mengembalikan modal dan mendapat untung kurang lebih 30% persen. Tetapi Arofah tidak bangga dan sombong dengan hasil yang diperolehnya, ia akan tetap terus bekerja keras bersama sang suami untuk dapat mencukupi kehidupannya dan menyekolahkan anaknya sampai lulus.
Rony Gunawan
51408085

Tidak ada komentar:
Posting Komentar