Sabtu, 12 September 2009

Tugas TMMB Elsa Ramli - 51408042: Dagang Pakaian dari Bekasi Pindah Surabaya: Siapa Takut?

Dagang Pakaian dari Bekasi Pindah Surabaya: Siapa Takut?



Rabu(9/9): Utari Terlihat Sedang Membenahi Pakaian yang Dipamerkannya


Baju-Baju Dagangan Utari


SURABAYA-Pada bulan menjelang Lebaran ini, sebuah pameran diadakan di Balai Pemuda Surabaya. Rabu lalu (9/9) di sebuah bilik dalam Balai Pemuda tampaklah seorang wanita paruh baya penjual baju batik dan kaos remaja sedang membenahi barang-barang dagangannya. Utari, demikianlah ia dipanggil, ternyata belum lama berada di Surabaya. Pameran di Balai Pemuda pun baru diikutinya selama empat hari. Tak heran jika dagangannya masih sepi pengunjung sebab belum dikenal orang-orang di sekitar tempat itu. Namun hal tersebut tidak menjadi beban bagi wanita berusia 43 tahun ini.
Kepindahannya ke Surabaya justru yang membuatnya tidak betah. Ketika ditanya mengenai perasaannya setelah pindah ke Surabaya, ibu satu anak ini berucap, “Saya nggak kerasan.” Alasannya karena masyarakat Surabaya tidak ramah dan cenderung apatis ketika orang lain bertanya, berbeda dengan masyarakat di tempat asalnya. Sebelum pindah ke Surabaya, Utari bersama suami serta anaknya, yang kini berusia 5,5 tahun, tinggal di Bekasi. Usaha menjual pakaian juga sudah dijalani Utari sejak tinggal di sana. Akan tetapi, karena ajakan suami yang memang berasal dari Surabaya, Utari sekeluarga terpaksa pindah ke ibu kota Jawa Timur ini. Selain karena letaknya yang strategis untuk usaha sang suami di bidang desain interior, Surabaya merupakan kota tempat tinggal orang tua suaminya itu. Padahal, bekerja di kota besar juga banyak tantangan serta saingannya.
Ketika masih di Bekasi, Utari telah mengikuti berbagai pameran. Biasanya ia mendapat informasi diadakannya pameran dari majalah, salah satunya majalah Nova. Di sana ia memiliki banyak kenalan yang menjadi pelanggannya, sehingga usaha Utari dapat berjalan lancar. Sedangkan di Surabaya, Utari yang belum mengerti seluk-beluk kota ini beruntung bisa memperoleh informasi mengenai pameran dengan bertanya-tanya pada seorang bapak bernama Syaiful sewaktu ia mengunjungi Balai Pemuda. Berkat perbincangan singkat dengan Pak Syaiful, yang kebetulan merupakan pengurus pameran, Utari diperbolehkan mengikuti pameran yang diadakan setiap enam bulan sekali di Balai Pemuda itu. Umumnya, pameran dibuka mulai pukul 10.00 sampai pukul 22.00, namun pada masa-masa menjelang Lebaran ini pameran dibuka mulai pukul 15.00 sampai pukul 23.00.
Di samping mengikuti pameran, Utari mempunyai sebuah toko baju di daerah Menur yang telah dibuka sejak tiga bulan yang lalu. Dengan omzet yang tak menentu, ia dapat memperoleh laba rata-rata sebesar 40% berkat bantuan para kenalannya yang telah menjadi pelanggan setia. Meskipun tidak pernah mengejar target, wanita ini tetap gigih menjalankan usahanya dan berjuang mengembangkan bisnis tersebut. Berbekal pengalaman selama di Bekasi, kini Utari sudah terbiasa memesan baju-baju jualannya dari berbagai tempat di Jakarta ketika ada pelanggan yang memesan.

Nama : Elsa Ramli
NRP : 51408042

Tidak ada komentar:

Posting Komentar