
Surabaya (9/9) – Balai Pemuda merupakan gedung peninggalan Belanda yang pada jaman dahulu digunakan sebagai tempat hiburan oleh orang-orang Belanda. Sekarang tempat ini menjadi tempat serbaguna yang dapat digunakan untuk kegiatan pertemuan, rapat dan juga pusat kegiatan seni dan budaya. Hal ini dibuktikan dengan terpajangnya banyak lukisan di dinding salah satu ruangan di balai pemuda tersebut. Pameran lukisan yang dimulai tanggal 7-14 September 2009 tersebut adalah karya mahasiswa Unesa dan juga alumninya yang tergabung dalam Komunitas Efek Samping.
Komunitas ini terdiri dari Rio, Ainur, Hendra dan Fauzi. Masing-masing dari mereka mempunyai karakter yang unik dalam menuangkan ide menjadi sebuah lukisan yang kemudian menghasilkan karya yang sangat menarik. Salah satunya adalah lukisan karya Hendra. Disetiap lukisan yang ia buat selalu terdapat unsur mobil. “Alasan lukisan saya selalu mobil karena mobil adalah hadiah pertama yang dibelikan orang tua makanya mobil yang menginspirasi saya dalam melukis.”ujar Hendra. Lukisan mobil berjudul Simple Choice karya Hendra ini menggambarkan empat mobil yang berbeda warna, yaitu biru, merah, hijau dan biru yang kemudian ada orang dengan mulut tertempel tanda stop dan menunjuk ke atas mobil-mobil tersebut. Mobil adalah simbol dari partai-partai besar yang ada di Indonesia. Sedangkan orang dengan mulut tertempel tanda stop dan menunjuk ke atas merupakan simbol bahwa orang-orang di Indonesia tahu dan mereka tidak perlu mempertanyakan bahwa simbol mobil-mobil tersebut adalah partai-partai besar yang mendominasi disetiap pemilu. Dalam lukisan-lukisan lainnya ia juga menyuarakan situasi politik di Indonesia sebagai seni memperebutkan kekuasaan.
Para seniman tersebut mengharapkan bahwa seni rupa jangan hanya dilihat sebagai karya seni, tetapi diharapkan mampu memberikan kesadaran kepada masyarakat akan adanya suatu fenomena yang terjadi.
Komunitas ini terdiri dari Rio, Ainur, Hendra dan Fauzi. Masing-masing dari mereka mempunyai karakter yang unik dalam menuangkan ide menjadi sebuah lukisan yang kemudian menghasilkan karya yang sangat menarik. Salah satunya adalah lukisan karya Hendra. Disetiap lukisan yang ia buat selalu terdapat unsur mobil. “Alasan lukisan saya selalu mobil karena mobil adalah hadiah pertama yang dibelikan orang tua makanya mobil yang menginspirasi saya dalam melukis.”ujar Hendra. Lukisan mobil berjudul Simple Choice karya Hendra ini menggambarkan empat mobil yang berbeda warna, yaitu biru, merah, hijau dan biru yang kemudian ada orang dengan mulut tertempel tanda stop dan menunjuk ke atas mobil-mobil tersebut. Mobil adalah simbol dari partai-partai besar yang ada di Indonesia. Sedangkan orang dengan mulut tertempel tanda stop dan menunjuk ke atas merupakan simbol bahwa orang-orang di Indonesia tahu dan mereka tidak perlu mempertanyakan bahwa simbol mobil-mobil tersebut adalah partai-partai besar yang mendominasi disetiap pemilu. Dalam lukisan-lukisan lainnya ia juga menyuarakan situasi politik di Indonesia sebagai seni memperebutkan kekuasaan.
Para seniman tersebut mengharapkan bahwa seni rupa jangan hanya dilihat sebagai karya seni, tetapi diharapkan mampu memberikan kesadaran kepada masyarakat akan adanya suatu fenomena yang terjadi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar