Minggu, 13 September 2009

tugas tmmb-theresia deby 51408012

Tugas TMMB-Theresia Devy 51408012
Surabaya(9/9) Siang itu Balai Pemuda terdapat sebuah ruang yang didalamnya terpampang berbagai jenis lukisan. Pameran lukisan bertema Kurang Puas ini digagas oleh 4 pemuda yang ingin menunjukan eksistensi mereka terhadap seni, Ainur, Hendra, Rio dan Fauzi. “Temanya Kurang Puas, sebagai manusia kita tidak akan pernah puas untuk belajar karena itu kami ingin lebih menggali lagi apa yang kami punya.” Kata Rio ketua dari komunitas Efek Samping. Berawal dari dibawah almamater UNESA dan jurusan seni rupa, meskipun ada yang sudah lulus, keinginan mereka untuk terus memacu semangat serta mengeksplorasi kreaifitas dari seni itu sendiri. Disamping itu, pesan pendek yang dikirim oleh Fadjar Djunaedi perupa batu kepada Hendra Wahyu yang bertuliskan “Logikae lek kita mumet pasti kita ditantang oleh kreatifitas… itulah hebate seni, biar kita gak puas dengan yang sudah ada, tapi belajar terus gak ono marine….” Juga memacu mereka untuk membuat pameran ini. Sedangkan untuk nama komunitas “Efek samping” ini dipilih agar orang setelah melihat karena mereka dapat merasakan efek sampingnya, seperti efek samping dari orang sakit setelah minum obat dapat sembuh. Komunitas ini baru berdiri 5 bulan sejak bulan April lalu. Namun mereka langsung berkarya dengan mengadakan pameran yang digelar pada tanggal 7-14 Sepetmber 2009 di Galeri Surabaya Balai Pemuda. Mereka memilih tempat di Balai pemuda karena mereka ingin membuat pameran di luar kampus dan mencari tempat yang strategis dan pusat dari seni. Terdapat 14 lukisan yang mereka tampilkan sesuai dengan ciri khas tiap-tiap pelukis. Ainur dengan bibir merah, Rio dengan bola lampu, Hendra yang lebih mengarah pada gambar mobil dan Fauzi yang mengekspose gambar kacang. Kedepannya komunitas Efek samping tidak akan berhenti hanya sekedar pameran di Surabaya, mereka akan meluaskan sayapnya tingkat nasional pada Desember tahun ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar